kerajaan arab pada masa kepemimpinan khalifah Umar, ada suatu daerah yang dipimpin oleh seorang alim yang bernama Sa’id. suatu ketika Pak said mengirimkan utusan untuk menghdap ke khalifah dengan maksud memberikan laporan rutin. ketika telah sampai dan menghadap ke khalifah, utusan segera memberikan gulungan yang berisi progress report ke khalifah. di dalam laporan tersebut juga tercantum daftar rakyat miskin. sang kalifah-pun segera membaca urutan daftar rakyat yang berada di zona kemiskinan tersebut, sang khlifah begitu terkejut ketika nama sang gubernur Sa’id juga termasuk orang miskin. kemudian sang khlifah-pun mengambil dana 1000 dirham (1 miliar) dan diserahkan ke utusan untuk segera diberikan ke pada gubernur miskin pak Said tersebut.
Setelah utusan sampai ke rumah gubernur dan menyampaikan salam sekaligus hibah dana dari sang Khalifah, betapa terkejutnya beliau sembari mengucapkan innalillahi wainna ilaihi roji’un. kepada istrinya, pak sa’id-pun mengajak untuk segera membagikan dana tersebut kepada rekyatnya (padahal dana tersebut khusus diperuntukkan kepada gubernur). setelah dana tersebut dibagikan, utusan kembali mendapatkan dan dari sang raja dengan jumlah yang sama dan untuk kepentingan yang sama pula. Pak Said-pun kembali membagikan dana tesebut kepada rakyatnya.
BETAPA MULIANYA HATI PAK SA’ID YANG NOTABENE PUNYA JABATAN STRATEGIS, NAMUN BELIAU TIDAK “KEMARUK” AKAN SILAU HARTA. BELIAU SANGAT MEMPERHATIKAN KESEJAHTERAAN RAKYATNYA.
Bandingkan dengan keadaan para pemimpin kita yang sangat “kemaruk”, mereka sangat gemas ketika melihat kilau harta. masih membekas diingatan kita saat pemerintah menggulirkan program BLT (Bantuan Langung Tunai) kepada masyarakat, betapa banyak dana yang bocor di tengah jalan sebelum dana tersebut sampai ke rakyat.sungguh ironis memang, saat rakyat membutuhkan sentuhan kasih sayang pemimpin, ternyta sang pemimpin tidak juga memperlihatkan kepedulian rakyat yang telah berjuang mati-matian untuk memilihnya manjadi pemimpin.
Aduuuuh, SEANDAINYA KEPALA DESA,PAK CAMAT, BUPATI, GUBERNUR, PRESIDEN KITA SEPERTI PAK SA’ID ……. betapa makmur hidup kita !
Tag: Adil, Makmur, Miskin, Pemerintah, Rakyat
Mei 1, 2008 pukul 2:53 pm
Sayangnya kita dipimpim Pak Robert?
eits.. masih dari kalangan ulama loh!
Mei 7, 2008 pukul 1:11 am
Nek wes koyok mengkono iku yo Pak Robert ilang kiyaine………
Mei 11, 2008 pukul 12:23 pm
@ peyek ; lha iyo laopo cak robert kok melok2 dadi bupati, sing anteng mimpin santrine wae lhak yo enak?
@ Watu item ; Ilang kiai-ne? nggih tergantung sing nyukani julukan mawon, sinten tho ingkang nyukani julukan “kiai” kados mekaten kang, kang …..