
Pernah iseng naruh kutu loncat dalam korek api…? kalo belum, nyoba aja dech. Yang namanya kutu loncat, pasti bisa loncat. kalo nggak, pasti dinamakan kutu ngesot ato kutu kupret. Kalo dah dapet kutunya langsung aja taruh dalem kotak korek kayu (geretan) kemudian bayangin apa yang akan dilakukan oleh si kutu loncat, pastinya sih masih melakukan kebiasaan lamanya, apa ayoooo…..????, ya pasti loncat lah. Beberapa hari kemudian bukalah korek api dan keluarkanlah kutu loncatnya, apakah kutu loncat masih tetap berusaha untuk melakukan kegemarannya (loncat, meskipun nggak indah)….???? Ya iyalah pasti tetap loncat, namun tinggi loncatannya nggak akan seperti sebelum dimasukkan ke dalam kotak korek, dengan kata lain si kutu loncat hanya loncat setinggi kotak korek api.
Dalam hidup ini kita sering bernasib sama dengan si kutu loncat, meloncat setinggi “kotak korek api“, melangkah sejauh “langkah” semut, melompat sejauh kuda yang terkekang. Maksudnya….???, saat si kutu loncat belum dimasukkan ke kotak korek, pasti loncatannya melebihi tinggi kotak korek, mungkin 10 atau 100 kali dari tinggi kotak korek bisa dijangkau oleh kutu loncat, namun setelah dimasukkan ke kotak korek maka loncatannya nggak akan melebihi kotak korek, kenapa yaa….??? ehhhhmmmmm, kenapa yaa (ngapain lagi mikirin hidup si kutu loncat)….???.
Saat di dalam kotak korek, Si Kutu loncat sudah terbiasa dengan belenggu kotak korek, setiap hari kutu loncat hanya meloncat sebatas tingginya kotak korek, padahal kemampuannya melebihi kotak korek, tapi apalah daya, kondisi ruang yang tidak memungkinkan untuk meloncat lebih dari itu. Beberapa saat kita pasti pernah hidup dalam “kotak Korek”, di kantor, tempat berkumpul teman-teman, di organisasi bahka di rumah kita sendiri-pun, kita sering hidup dalam “kotak korek”.
“Kotak korek” seakan membelenggu potensi diri kita, mengikat angan dan cita-cita kita yang tinggi, kita sering mendengar ucapan beberapa orang dekat kita, bos kita, atasan kita “nggak usah ngoyo-ngoyo, kamu nggak akan bisa menggantikan posisi saya” atau ucapan sisnis seperti ini “nggak usah neko-neko urip iku, sing nerimo ing pandum wae“. Walahhhhh…. kalo itu yang sering kita dengar, maka itulah “kotak korek” anda, mereka yang berkata seperti itu sengaja memasukkan anda dalam “kotak korek” agar anda mengalami penurunan kepercayaan terhadap kemampuan dan potensi anda, bila itu yang anda hadapi cepat-cepatlah bangun dari “kotak Korek” itu dengan segera mengasah kemampuan dan potensi anda. Percayalah bahwa anda masih bisa melangkah lebih jauh, percayalah bahwa anda masih mampu meloncat lebih tinggi, percayalah bahwa anda mampu memukul lebih keras lagi.
buktikan kepada sekeliling anda bahwa kemampuan anda tidak sejengkal, sedepa, atau setingg “kotak korek api”, bahwa kemampuan jangkauan anda seluuuuuas samudera, sejauh mata memandang horizon, setinggi jangkaun roket termutakhir. Bagaimana membuktikan bahwa kemampuan anda melebihi perkiraan bos anda atau teman anda ? Terserah anda, mulailah dengan berpikir optimis kemudian bekerjalah dengan tujuan harus melebihi target yang telah diberikan oleh bos anda atau berbuatlah sesuatu yang tidak biasanya.
Kalau anda sudah melakukannya, niscaya anda akan segera terbangun dari “kotak korek api” dan segera akan dapat meloncat lebih tinggi, melompat lebih jauh, dan memukul lebih keras lagi. Kapan anda mau terbangun dari kotak korek anda….??????
Tag: kotak korek
September 12, 2008 pukul 11:16 pm |
Aku sekarang sudah bangun..
Habis sahur, sholah shubuh, ngeblog dan komen…
Oktober 2, 2008 pukul 1:41 am |
wah saya kesiangan neh bangunnya…